Sabtu, 22 November 2014

Kewiraswastaan dan Franchise


PERBEDAAN KEWIRASWASTAAN, WIRASWASTA, DAN WIRASWASTAWAN

Kewiraswastaan adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil.
Wiraswasta adalah bidang usaha yang dibangun oleh seseorang dengan kepribadian tertentu hingga menjadi seorang wiraswastawan atau entrepreneur.
Wiraswastawan adalah seseorang yang memiliki kepribadian tertentu secara kualitatif lebih dari manusia umumnya yakni memiliki kemampuan berdiri diatas kekuatan sendiri, mengambil resiko, menetapkan tujuan atas pertimbangan sendiri, memiliki semangat bersaing yang kuat, berorientasi kerja keras, kreatif, inovatif, dan motivasi berprestasi.


PERBEDAAN PERUSAHAAN BESAR DAN PERUSAHAAN KECIL

Perusahaan Besar
·           Dikelola bukan oleh pemilik
·           Struktur organisasi kompleks
·           Pemilik mengenal sedikit karyawan
·           Prosentase kegagalan rendah
·           Banyak ahli manajemen
·           Modal jangka panjang relatif mudah diperoleh
Contoh:
1.      Bank Rakyat Indonesia
2.      Semen Gresik
3.      Bank Central Asia
4.      Telkom Indonesia
5.      Gudang Garam

Perusahaan Kecil
·           Umumnya dikelola pemilik
·           Struktur organisasi sederhana
·           Pemilik mengenal karyawan
·           Prosentase kegagalan perusahaan tinggi
·           Kekurangan manajer yang ahli
·           Modal jangka panjang sulit diperoleh
Contoh:
1.      Ayam Bakar Mas Mono
2.      Pecel Lele Lela
3.      Tahu Jeletot

FRANCHISE LOKAL DAN ASING DI INDONESIA

Pengertian waralaba atau franchising adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual atau pertemuan dari cirri khas usaha  yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Menurut International Franchise Association (IFA) franchise adalah sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchise, dimana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara kontinyu pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee misalnya, lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor), dimana franchisee menamankan investasi pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba ialah: Suatu system pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik mereka (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, system, prosedur, dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Contoh Franchise Asing:
1.      Mc. Donald
2.      KFC
3.      Hoka-Hoka Bento
4.      Pizza Hut
5.      Dunkin Donuts
6.      Coca-cola
7.      A&W
8.      Swensens
9.      Fashion cafe
10.  Red Lobster

Contoh Franchise Lokal:
1.      CFC
2.      Holland Bakery
3.      Es Teler 77
4.      Ayam Goreng Mbok Berek
5.      Pecel Lele Lela
6.      Beef Bowl
7.      Isabento
8.      Kebab Baba Rafi
9.      Bolo-bolo
10.  Delly Joy

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN FRANCHISE

Keuntungan Franchise
a.         Kurangnya pengetahuan dasar dan pengetahuan khusus yang dimiliki franchisee, ditanggulangi dengan program pelatihan dari franchisor.
b.        Franchisee mendapatkan insentif dengan memiliki bisnis sendiri yang memiliki keuntungan tambahan dari bantuan terus-menerus franchisor, karena franchisee adalah pengusaha independen yang beroperasi di dalam kerangka perjanjian franchise.
c.         Di dalam banyak kasus, bisnis franchisee mendapat keuntungan dari operasi di bawah nama yang telah mapan dalam pandangan dan fikiran masyarakat. Tentunya akan ada skema francise baru yang masih dalam proses menjadi mapan dan yang namanya belum begitu dikenal.
d.        Franchisee membutuhkan modal yang lebih kecil dibandingkaan bila ia mendirikan bisnis secara mandiri, karena franchisor melalui operasi percobaannya telah menghapuskan biaya-biaya yang tidak perlu.
e.         Franchisee akan menerima bantuan berikut ini: Seleksi tempat, mempersiapakan perbaikan gedung atau ruangan, mendapatkan dana untuk sebagian biaya akuisisi dari bisnis yang difranchisekan, pelatihan staff dan pegawai, pembelian peralatan, seleksi dan pembelian suku cadang serta membantu membuka bisnis dan menjalankannya dengan lancar.
f.         Franchisee mendapat keuntungan dari aktifitas iklan dan promosi franchisor pada tingkat nasional.
g.        Franchisee mendapatkan keuntungan dari daya beli yang besar dan kemampuan negosiasi yang dilakukan franchisor atas nama seluruh franchisee di jejaringnya.
h.        Franchisee mendapatkan pengetahuan yang khusus dan berskill tinggi serta pengalaman dari organisasi dan manajemen kantor pusat franchisor, walaupun dia tetap mandiri dalam bisnisnya sendiri.
i.          Risiko bisnis franchisee berkurang sangat besar.
j.          Franchisee mendapatkan jasa-jasa dari para staf lapangan franchisor yang berada di sana untuk membantunya mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul dari waktu ke waktu dalam pengelolaan bisnis.
k.        Franchisee mendapat keuntungan dari penggunaan paten, merek dagang, hak cipta, rahasia dagang serta proses, formula, dan resep rahasia milik franchisor.
l.          Franchisor mengumpulkan banyak informasi dan pengalaman yang tersedia sebanyak-banyaknya untuk dibagi kepada seluruh franchisee dalam sistemnya.
m.      Kadang-kadang terdapat jaminan territorial untuk memastikan bahwa tidak ada franchisee lain di dalam wilayah bisnis franchise.
n.        Dengan dukungan yang diberikan bank-bank kepada franchising, franchisee akan sangat mungkin mendapatkan akses ke sumber-sumber pinjaman dan syarat-syarat pinjaman yang tersedia baginya. 

Kerugian Franchise
a.         Tidak dapat dihindari bahwa hubungan antara franchisor dengan franchisee pasti melibatkan penekanan kontrol, karena kontrol tersebut akan mengatur kualitas jasa dan produk yang akan diberikan kepada masyarakat melaluhi franchisee.
b.        Franchisee harus membayar kepada franchisor untuk jasa-jasa yang didapatkannya dan untuk penggunaan system, yaitu dengan uang franchise (franchise fee) pendahuluan dan uang franchise terus menerus.
c.         Kesukaran dalam menilai kualitas franchisor.
d.        Kontrak franchise akan berisi beberapa pembatasan terhadap bisnis yang difranchisekan.
e.         Franchisee mungkin akan menemukan dirinya menjadi terlalu tergantung terhadap franchisor.
f.         Kebijakan-kebijakan franchisor mungkin mempengaruhi keberuntungan franchisee. 


Referensi

Selasa, 11 November 2014

Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan


a.        Perusahaan
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan uapaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
Contoh:
1.      Perusahaan Nasional: PT. Tirta Bahagia
2.      Perusahaan Transisional: PT. The Coca Cola Company
3.      Perusahaan Multinasional: Shell
4.      Perusahaan Global: PT. Indofood Sukses Makmur

b.        Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor – faktor  ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya . sedangkan arti lingkungan  secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu , perusahaan , dan masyarakat . faktor – faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya , termasuk aspek – aspek ekonomi , politik , sosial , etika – hukum , dan ekologi / fisik dan sebagainya ; masing – masing faktor saling menunjang dan saling mempengaruhi.
Contoh:
1.      Keadaan alam
2.      Supplier
3.      Tenaga kerja
4.      Pasar

c.         Perusahaan dan Lembaga Sosial
Menurut Prof. Molengraff perusahaan adalah seluruh kegiatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan, dengan cara memperniagakan beranng-barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-parjanjian perdagangan.
Menurut G. P. Gillin lembaga sosial adalah organisasi pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas masyarakat dan hasil-hasilnya. ia terdiri atas kebiasaan-kebiasaan, tata kelakuan, dan unsur-unsur kebudayaan lain yang tergabung dalam suatu unit yang fungsional. Lembaga sosial juga memiliki satu atau beberapa ciri tujuan tertentu.
Perbedaan antara perusahaan dengan lembaga sosial terletak pada seluruh kegiatannya yang diarahkan untuk memperoleh laba, memberikan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran, kemudian juga untuk meningkatkan pendapatan pemerintah melalui pajak dan juga persentase.
Contoh Lembaga Sosial:
1.      Puskesmas
2.      Rumah Sakit
3.      Koperasi
4.      Masjid
5.      Gereja

d.        Letak dan Tempat Kedudukan
Letak perusahaan sering pula disebut tempat kediaman perusahaan,yaitu tempat dimana perusahaan melakukan kegiatannya sehari-hari.Sedangkan istilah tempat kedudukan perusahaan dapat diartikan sebagai tempat kantor pusat perusahaan.
Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,maka pemilihan letak perusahaan ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba.Karena dengan cara itu perusahaan akan kalah dalam bersaing;disamping waktu harus berpacu,juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian.Oleh karena itu pemilihan letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.
Letak perusahaan dibedakan menjadi 4, yaitu :
·           Terikat pada alam: Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku. Contoh : Perusahaan timah, emas, minyak bumi.
·           Terikat sejarah: Perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu  daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah. Contoh : Perusahaan batik, pekalongan.
·           Ditetapkan oleh pemerintah: Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan. Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.
·           Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi. Yang bersifat industri adalah : ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.
Tempat perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya.
Perbedaan letak perusahaan dan tempat kedudukan perusahaan terletak pada fungsinya. Tempat kedudukan perusahaan berfungsi sebagai tempat administrasi perusahaan tersebut dan cenderung ke kota-kota besar, sedangkan letak perusahaan berfungsi sebagai tempat mengolah produk (keadaan fisik perusahaan untuk melaksanakan kegiatan operasional).
Contoh:
1.      PT. Erlangga
Kantor Pusat: Jl. H. Baping No. 100 Ciracas Jakarta 13740
Kantor Cabang:  Jl. Gedong Kuning 132 Kotagede Yogyakarta 55171
2.      Air Minum Oasis by PT Oasis Waters
Kantor Pusat: Jl. K.H Mohammad Mansyur No. 34 Jakarta Barat
Kantor Cabang: Jl. Rawa Sumur Barat 1, Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur

e.         Lingkungan Eksternal Makro dan Mikro
Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan societal ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang, yang mana memerlukan pengendalian jangka panjang dari manajemen puncak organisasi.
Ada dua lingkungan yang berpengaruh disini, yaitu lingkungan societal dan lingkungan kerja. Lingkungan societal meliputi tekanan-tekanan umum yang mempengaruhi secara luas, misalnya tekanan di bidang ekonomi, teknologi, politik, hukum, dan sosial budaya. Tekanan ini terutama sering berpengaruh pada keputusan jangka panjang organisasi. Sementara itu, lingkungan kerja memasukkan semua elemen yang relevan dan mempengaruhi organisasi secara langsung. Elemen-elemen tersebut dapat berupa pemerintah, kreditur, pemasok, karyawan, konsumen, pesaing, dan lainnya.
Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
a.         Lingkungan eksternal makro, adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Masing-masing anggota dunia usaha memiliki perbedaan dalam memberikan faktor-faktor yang secara kongkret dapat dimasukkan ke dalam lingkungan eksternal makro atau mikro. Hal ini disebabkan oleh sifat majemuk kegiatan dunia usaha.
Contoh :
Ø  Keadaan alam: SDA, lingkungan.
Ø  Politik dan hankam: kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam negara dimana perusahaan berada menciptakan.
Ø  Hukum
Ø  Perekonomian
Ø  Pendidikan dan kebudayaan
Ø  Sosial dan budaya
Ø  Kependudukan
Ø  Hubungan internasional. 

b.        Lingkungan eksternal mikro, adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha. Lingkungan eksternal mikro diartikan sebagai faktor-faktor di luar rumah tangga produksi atau dunia usaha yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan dunia usaha.
Contoh :
Ø  Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
Ø  Perantara, misalnya distributor, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
Ø  Teknologi: yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
Ø  Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan. 


Referensi:


Kamis, 06 November 2014

Bentuk Badan Usaha


FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI PERTIMBANGAN MEMILIH BENTUK BADAN USAHA

a.        Modal yang diperlukan
Apabila badan usaha yang akan didirikan memerlukan modal yang tidak terlalu banyak, sebaiknya dipilih badan usaha perorangan. Sebaliknya, apabila badan usaha yang didirikan memerlukan modal dalam jumlah sangat besar, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT). Pada badan usaha berbentuk PT Anda dapat memperoleh modal dengan menjual saham kepada pihak lain.

b.        Bidang usaha/kegiatannya
Apabila badan usaha yang akan didirikan berfokus pada kegiatan bidang perdagangan atau jasa, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha perseorangan atau persekutuan. Namun, apabila badan usaha yang akan didirikan bergerak di bidang industri yang membutuhkan modal besar, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha PT.

c.         Tingkat risiko yang dihadapi
Apabila badan usaha yang akan didirikan mempunyai kemungkinan risiko kecil, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha perseorangan atau persekutuan. Namun apabila badan usaha yang akan didirikan mempunyai resiko cukup besar, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha PT.

d.        Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
Agar usaha dapat terkordinir dengan baik. kita menempatkan bagian-bagian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Pihak-pihak dalam perusahaan besar terdiri dari:
1.      Manajemen keuangan
a. Owner (pemilik)
b. Investor
c. Supplyer (Pemasok barang)
2.      Manajemen SDM
3.      Mananjemen Produksi
4.      Manajemen Pemasaran
a. Promotion
b. Price
c. Place
d. production

e.         Undang-undang dan peraturan pemerintah
Penentuan bentuk badan usaha perlu disesuaikan dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Kegiatan badan usaha tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dan peraturan pemerintah.

f.         Cara pembagian keuntungan
Pembagian keuntungan adalah salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih bentuk badan usaha. Apabila mengharapkan keuntungan dapat dinikmati sendiri, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha perseorangan. Sebaliknya, apabila keuntungan ingin dinikmati secara bersama-sama, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha persekutuan atau PT.

g.        Batas-batas pertanggungjawabannya
Ada perusahaan yang menanggung semua resiko hanya satu orang pemiliknya saja dan ada pula yang menanggung segala resikonya bersama dan adapula  yang batas-batas pertanggungjawabannya tidak kelihatan karna seringnya pergantian pemegang saham

h.        Jangka waktu pendirian perusahaan

i.          Besarnya investasi yang ditanamkan

j.          Ruang lingkup usaha


ALASAN MERUBAH BENTUK PERUSAHAAN PERORANGAN KE BENTUK PERSEROAN TERBATAS

Alasan orang merubah bentuk perusahaan perseorangan ke bentuk usaha perseroan terbatas (PT), karena perusahaan perseorangan itu sangat berat bagi yang baru mulai berusaha, untung dan rugi ditanggung sendiri bahkan modal pun itu pakai uang sendiri. Mengapa pada beralih ke PT karena PT itu sangat fleksibelitas, PT membangun perusahaan bersama, dan modal pun terasa ringan karena menanamkan modal bersama. Bahkan jika terjadi masalah hukum dengan PT, itu bisa ditindak lanjutkan di pihak yang berwajib.
Pada perusahaan perseroan terbatas(PT) kelangsungan hidup perusahaan terjamin. Terbatasnya tanggungjawab sehingga tidak menimbulkan resiko bagi kekayaan pribadi maupun kekayaan keluarga pemilik dan pula saham dapat diperjualbelikan dengan relatif mudah serta kebutuhan modal lebih besar akan mudah dipenuhi sehingga memungkinkan perluasaan usaha.
Karena sebab-sebab itulah masyarakat sekarang lebih cenderung untuk memilih perusahaan perseroan terbatas(PT).


ALASAN MENGAPA BENTUK USAHA KOPERASI COCOK DENGAN BENTUK USAHA RAKYAT INDONESIA

Bentuk perusahaan koperasi lebih cocok untuk rakyat indonesia karena berlandaskan pancasila dan UUD’45 dan dilihat dari tujuan koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur. Serta berlandaskan UU no. 25 tahun 1992 pasal 1, koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan seorang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Koperasi telah berhasil memperkrasai organisasi-organisasi koperasi dan mengembangkan gerakan koperasi,  gagasannya dan mengembangkan struktur organisasi koperasi tertentu terutama yang dapat diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan, kepentingan-kepentingan khusus dan pada situasi nyata dari kelompok-kelompok orang yang berbeda lingkungan ekonomis dan sosial budaya.

USAHA-USAHA YANG MAJU SAAT INI

1.        Bisnis Online
Peluang bisnis online menguntungkan karena perkembangan internet di Indonesia semakin pesat. Diiringi dengan perkembangan teknologi komunikasi data yang semakin maju serta kompetisi antar penyedia layanan internet yang makin ketat sehingga dalam konteks harga sudah semakin bisa terjangkau oleh masyarakat luas. Aksesnya pun sudah tidak sebatas hanya pada komputer desktop maupun  laptop tapi sudah merambah hingga pada pemakai gadget telpon pintar atau smartphone.
Kemudahan yang disebutkan diatas membuat banyak peluang yang bisa dimanfaatkan secara luas oleh para pelaku bisnis. Salah satunya adalah sebagai sarana penjualan yang murah dan cepat dengan jangkauan tak terbatas. Hal itu bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha terutama sektor mikro, kecil, maupun menengah sehingga bisa memangkas biaya pemasaran untuk promosi produk yang mereka hasilkan.
Bisnis online juga bisa menjadi peluang usaha sampingan yang menguntungkan bagi semua orang khususnya para ibu rumah tangga agar dapat menjadi alternatif pemasukan keuangan rumah tangga tambahan. Kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu yang berasal dari hobi maupun bakat seharusnya dimanfaatkan secara maksimal secara sederhana dengan memanfaatkan internet. Produk jasa maupun barang ala rumahan seperti kerajinan, makanan kering, konsultan, bimbingan belajar, bloging, dan lain-lainnya akan menjadi sebuah bisnis yang besar dan menguntungkan jika jeli memanfaatkan media internet.

2.        Jasa Pemasaran Media Sosial
Ini masih ada kaitannya dengan bisnis online namun lebih spesifik lagi pada ranah media sosial yang banyak bertebaran di jagad internet. Kita bisa memanfaatkannya menjadi sebuah tempat pemasaran yang menarik bagi banyak orang. Ini bisa dijadikan lahan bisnis yang menguntungkan bagi anda yang memang memiliki keahlian dalam bidang marketing. Pemasaran secara online memiliki dampak yang luar biasa karena bisa menjangkau secara global dalam rentang waktu pendek tanpa harus mengeluarkan biaya sangat besar layaknya sebuah pemasaran konvensional. Tempatkan diri kita sebagai tenaga pemasaran yang handal guna mempromosikan segala sesuatu di media sosial seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Linkedin, Youtube, serta masih banyak lagi.

3.        Produk Kerajinan
Usaha kerajinan dari waktu ke waktu semakin berkembang dengan bertambahnya variasi produk yang dihasilkan. Peminat produk kerajinan tidak terbatas hanya pada pasar lokal saja tetapi sudah menjangkau berbagai belahan dunia. Kreatifitas dalam mengembangkan ide untuk mendapatkan inovasi produk yang menarik perlu dilakukan oleh para pengrajin agar semakin menarik minat konsumen. Pemanfaatan bahan baku juga salah satu ide yang menguntungkan khususnya untuk produk daur ulang. Disekitar kita banyak sekali barang tak terpakai yang seringnya menjadi limbah sampah. Melihat kondisi tersebut seharusnya bisa menjadi sumber ide untuk menciptakan berbagai jenis barang-barang kerajinan yang menarik dan berguna.

4.        Makanan Organik
Jenis produk makanan ini dihasilkan tanpa menggunakan bahan kimia sintetis modern seperti pupuk, dan tidak melalui proses bahan kimia tambahan pada tahapan pengemasan akhir. Kecenderungan saat ini jumlah orang yang peduli dengan kualitas makanan yang mereka konsumsi semakin meningkat. Pertimbangan soal keamanan makanan yang mereka konsumsi hingga kesehatan menjadi suatu prioritas jaman sekarang.
Contoh sederhana pemanfaatan pekarangan atau kebun untuk menanam tanaman sayuran dan buah-buahan dengan menggunakan pupuk alami. Selain itu juga bisa digunakan untuk beternak ayam kampung yang bisa diambil daging dan telurnya. Untuk produk bahan makanan pokok seperti beras organik juga bisa dibudidayakan. Selain itu anda juga bisa membuka gerai, warung, atau toko yang khusus menjual bahan-bahan makanan organik. Hal ini bisa dirintis sejak sekarang karena peluang masa depan sangat menguntungkan.

5.        Pengembang Aplikasi Smartphone
Pengguna ponsel pintar atau smartphone terakhir ini sudah semakin meningkat dibandingkan waktu sebelumnya. Dengan berbagai produk smartphone berbasis android, iOS, Windows Phone, dan lainnya yang sudah semakin terjangkau oleh banyak kalangan masyarakat maka ini menjadi suatu peluang bisnis yang menarik sekaligus menguntungkan. Jasa pengembang aplikasi untuk ponsel akan terus mengalami booming hingga tahun 2014. Jika kita memiliki kemampuan sebagai seorang pengembang maupun marketing ini adalah saat yang tepat untuk mengembangkan ide dan kreatifitas secara cepat untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

6.        Usaha elektronik dan otomotif
Telah banyak kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia pada umunya paling hobi bergaya dengan barang-barang elektronik meski mereka sendiri sama sekali tak mampu untuk membuatnya. Untuk itu, usaha di bidang elektronik dan otomotif merupakan salah satu jenis usaha yang cukup laris di Indonesia. Meskipun harganya terbilang cukup mahal, namun tak menghalangi minat para konsumen di Indonesia untuk memilikinya.
Masyarakat indonesia memang paling suka bergaya dengan model handphone terbaru, laptop terbaru, motor terbaru, bahkan mobil baru bagi mereka yang sanggup membelinya. Tradisi inilah yang bisa dijadikan sebagai peluang untuk membuka sebuah usaha bisnis tersebut.

7.        Usaha fashion
Jenis usaha ini juga merupakan contoh usaha yang cukup laris manis di Indonesia. Terlebih karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, maka fashion Muslim sejatinya menjadi peluang bisnis yang cukup prospek di Indonesia. Produk-produk aksesoris fashion seperti tas, dompet, sepatu, sendal dan sebagainya juga melengkapi kebutuhan pakaian dan aneka pernak-perniknya. Usaha bisnis ini cukup potensial dan laris manis dikembangkan di Indonesia mengingat sandang merupakan bagian dari kebutuhan primer kedua yang harus dipenuhi setelah pangan.

Referensi:

Nama Anggota:
Septi Eka Wulandari
Hanifah Muhana
Noviaryani Suherman
Trida Aprillia
Yohana Fransiska Viani