Selasa, 03 Oktober 2017

Tugas 1 - Etika Profesi Akuntansi


BASIS TEORI ETIKA

1.         Etika Teleologi

Teleologi berasal dari bahasa Yunani yaitu telos yang memiliki arti tujuan. Dalam hal mengukur baik buruknya suatu tindakan yaitu berdasarkan tujuan yang akan dicapai atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tidakan yang telah dilakukan. Dalam tori teleologi terdapat dua aliran, yaitu.

a.      Egoisme etis

Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.

b.      Utilitarianisme

Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

2.        Deontologi

Deontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu deon yang memiliki arti kewajiban. Jika terdapat pertanyaan “Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak karena buruk?”. Maka Deontologi akan menjawab “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dank arena perbuatan kedua dilarang”. Pendekatan deontologi sudah diterima oleh agama dan merupakan salah satu teori etika yang penting.

3.        Teori Hak

Dalam pemikiran moral saat ini, teori hak merupakan pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori hak ini merupaka suatu aspek dari teori deontologi karena berkaitan dengan kewajiban. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia adalah sama. Oleh karena itu, hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

4.        Teori Keutamaan (Virtue)

Dalam teori keutamaan memandang sikap atau akhlak seseorang. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan seseorang untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh sifat yang dilandaskan oleh teori keutamaan yaitu kebijaksanaan, keadilan, suka bekerja keras dan hidup yang baik.

PRINSIP DALAM ETIKA BERPROFESI

Etika Profesional adalah yang mengatur perilaku akuntan yang menjalankan praktik akuntan publik di Indonesia. Pada tahun 1998, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) merumuskan etika profesional baru yang diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia. Etika profesional baru ini berbeda dengan etika profesional yang berlaku dalam tahun- tahun sebelumnya. Kode etik IAI ini dikembangkan dengan struktur baru. Kompartemen yang dibentuk dalam organisasi IAI terdiri dari 4 macam yaitu Kompartemen Akuntan Publik, Kompartemen Akuntan Manajemen, Kompartemen Akuntan Pendidik, dan Kompartemen Akuntan Sektor Publik. Masing- masing kompartemen digunakan untuk mengorganisasi anggota IAI yang berprofesi sebagai Akuntan Publik, Manajemen, Pendidik, serta Akuntan Sektor Publik. Sebagai induk organisasi, IAI merumuskan Prinsip Etika yang berlaku umum untuk semua anggota IAI. Untuk profesi Akuntan Publik, Kompartemen Akuntan Publik menerbitkan Aturan Etika untuk kompartemen Akuntan Publik. Aturan Etika tersebut kemudian dijabarkan dalam Interprestasi Aturan Etika oleh Pengurus Kompartemen Akuntan Publik.

Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik IAI menyatakan pengakuan profesi akan tanggung jawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan  dengan pengorbanan keuntungan pribadi. Berikut ini adalah beberapa Prinsip Etika Profesi Akuntan, diantaranya :

1.         Tanggung Jawab Profesi

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.

2.        Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.

Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik.

3.        Integritas

Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

4.        Objektivitas

Setiap anggota harus menjaga objektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Objektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan objektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah.

5.        Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keandalan atau pengalaman yang tidak mereka miliki. Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi 2 fase yang terpisah:

a.      Pencapaian Kompetensi Profesional.

Pencapaian ini pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh pendidikan khusus, pelatihan dan ujian profesional dalam subjek- subjek yang relevan. Hal ini menjadi pola pengembangan yang normal untuk anggota.

b.      Pemeliharaan Kompetensi Profesional.

Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui komitmen, pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntansi, serta anggotanya harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten.

Sedangkan kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawab profesinya dengan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.

6.        Kerahasiaan

Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.

7.        Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

8.        Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.

LINGKUNGAN BISNIS YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ETIKA

Tujuan dari sebuah bisnis kecil adalah untuk tumbuh dan menghasilkan uang.Untuk melakukan itu, penting bahwa semua karyawan di papan dan bahwa kinerja mereka dan perilaku berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.Perilaku karyawan, bagaimanapun, dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar bisnis.Pemilik usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan untuk melihat perubahan perilaku karyawan yang dapat sinyal masalah.

1.         Budaya Organisasi

Keseluruhan budaya perusahaan dampak bagaimana karyawan melakukan diri dengan rekan kerja, pelanggan dan pemasok. Lebih dari sekedar lingkungan kerja, budaya organisasi mencakup sikap manajemen terhadap karyawan, rencana pertumbuhan perusahaan dan otonomi / pemberdayaan yang diberikan kepada karyawan. "Nada di atas" sering digunakan untuk menggambarkan budaya organisasi perusahaan. Nada positif dapat membantu karyawan menjadi lebih produktif dan bahagia. Sebuah nada negatif dapat menyebabkan ketidakpuasan karyawan, absen dan bahkan pencurian atau vandalisme.

2.        Ekonomi Lokal

Melihat seorang karyawan dari pekerjaannya dipengaruhi oleh keadaan perekonomian setempat. Jika pekerjaan yang banyak dan ekonomi booming, karyawan secara keseluruhan lebih bahagia dan perilaku mereka dan kinerja cermin itu. Di sisi lain, saat-saat yang sulit dan pengangguran yang tinggi, karyawan dapat menjadi takut dan cemas tentang memegang pekerjaan mereka.Kecemasan ini mengarah pada kinerja yang lebih rendah dan penyimpangan dalam penilaian. Dalam beberapa karyawan, bagaimanapun, rasa takut kehilangan pekerjaan dapat menjadi faktor pendorong untuk melakukan yang lebih baik.

3.        Reputasi Perusahaan dalam Komunitas

Persepsi karyawan tentang bagaimana perusahaan mereka dilihat oleh masyarakat lokal dapat mempengaruhi perilaku. Jika seorang karyawan menyadari bahwa perusahaannya dianggap curang atau murah, tindakannya mungkin juga seperti itu. Ini adalah kasus hidup sampai harapan. Namun, jika perusahaan dipandang sebagai pilar masyarakat dengan banyak goodwill, karyawan lebih cenderung untuk menunjukkan perilaku serupa karena pelanggan dan pemasok berharap bahwa dari mereka.

4.        Persaingan di Industri

Tingkat daya saing dalam suatu industri dapat berdampak etika dari kedua manajemen dan karyawan, terutama dalam situasi di mana kompensasi didasarkan pada pendapatan. Dalam lingkungan yang sangat kompetitif, perilaku etis terhadap pelanggan dan pemasok dapat menyelinap ke bawah sebagai karyawan berebut untuk membawa lebih banyak pekerjaan. Dalam industri yang stabil di mana menarik pelanggan baru tidak masalah, karyawan tidak termotivasi untuk meletakkan etika internal mereka menyisihkan untuk mengejar uang.

PERKEMBANGAN DALAM ETIKA BISNIS

Etika dalam dunia bisnis diperlukan untuk menjaga hubungan baik dan fairness dalam dunia bisnis. Etika bisnis mencapai status ilmiah dan akademis dengan identitas sendiri, pertama kali timbul di Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Untuk memahami perkembangan etika bisnis De George membedakannya kepada lima periode

1.         Situasi Dahulu

Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur. Pada masa ini masalah moral disekitar ekonomi dan bisnis disoroti dari sudut pandang teologi.

2.        Masa Peralihan: tahun 1960-an

Pada saat ini terjadi perkembangan baru yang dapat disebut sbagai persiapan langsung bagi timbulnya etika bisnis. Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Pada saat ini juga timbul anti konsumerisme. Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan memasukan mata kuliah baru ke dalam kurikulum dengan nama busines and society and coorporate sosial responsibility, walaupun masih menggunakan pendekatan keilmuan yang beragam minus etika filosofis.

3.        Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an

Terdapat dua faktor yang mendorong kelahiran etika bisnis pada tahun 1970-an yaitu:
sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis terjadinya krisis moral yang dialami oleh dunia bisnis. Pada saat ini mereka bekerja sama khususnya dengan ahli ekonomi dan manejemen dalam meneruskan tendensi etika terapan. Norman E. Bowie menyebutkan bahwa kelahiran etika bisnis ini disebabkan adanya kerjasama interdisipliner, yaitu pada konferesi perdana tentang etika bisnis yang diselanggarakan di universitas Kansas oleh philosophi Departemen bersama colledge of business pada bulan November 1974.

4.        Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an

Di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Hal ini pertama-tama ditandai dengan semakin banyaknya perguruan tinggi di Eropa Barat yang mencantumkan mata kuliah etika bisnis. Pada tahun 1987 didirikan pula European Business Ethics Network (EBEN) yang bertujuan menjadi forum pertemuan antara akademisi dari universitas, sekolah bisnis, para pengusaha dan wakil-wakil dari organisasi nasional dan internasional.

5.        Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an

Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin, ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di India etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.

Di Indonesia sendiri pada beberapa perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika bisnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha Indonesia (LSPEU Indonesia) di Jakarta.





Sumber:

Senin, 19 Juni 2017

Tugas 4


Verb, Adjective, Noun of Job Interview

Verb

1. Tell          : menceritakan

2. Playing    : bermain

3. Think      : memikirkan

4. Use         : menggunakan

5. Accepted : menerima



Adjective

1. Capable   : mampu

2. Ready      : siap

3. Last         : akhir

4. Hard       : keras

5. Sure        : yakin



Noun

1. Team        : tim

2. University : universitas

3. Salary       : gaji

4. Know        : tahu

5. Company  : perusahaan

                                   

Tugas 3


MIND MAPPING JOB INTERVIEW

Conversation

Q   : Hello good morning.

A   : Good morning.

Q   : Please tell me about yourself.

 : My name is Asriningati Safira. I’m 21 years old. My hobby is playing badminton. I’m a hard worker.

Q   : What is your last Education?

A   : My last Education is S1 Accounting of Gunadarma University.

Q   : What is your skill?

A   : I can use Accounting Software, for the example MYOB, Zahir Accounting, and DEA.

Q   : What is your experience?

A   : I have worked at tax office before.

Q   : Why you resign from your last job?

A   : Because my last job is not my passion and I am sure I am capable in this job, here is my passion.

Q   : Are you willing to work overtime?

A   : Yes of course. I am ready to work overtime.

Q   : Can you work in a team or individual?

A   : I can work in both, work team or individual.

Q   : Are you willing to be placed in the other city?

A   : Yes, I am willing to be placed anywhere.

Q   : How many do you need salary expectation in this company?

A   : This job is my passion and I love doing this job, I think you know about the appropriate salary for this job.

Q   : What is your planning in the future if accepted in the company?

A   : If I had a job in this company, I will work hard, so this company can be more advanced and growing to get maximum profit.

Tugas 2


A BAD SCORE

A few years ago when I Junior High School I got a bad score in the last exam. When I saw my score, I was very surprised. My score was bad, not as my imagine. I was sad at the time. I was confused how to telling to my parents. I didn’t want to make them sad with my score in the last exam. After I was thinking sometimes, finally I tried to speak with my parents. After that my parents had known my score, they sad too. But sometimes they can understand. A few days after the accident, my parents tried speak to me. They said that I should study Senior High School in the my hometown. I was very sad to hear that, but I was trying sincere. I was think, certainly which are desired my parents is that the best for me in the future. Finally I packed my stuff who I needed to there. The next day I went to my hometown with my mother to manage my school. In there I stayed with my mother sister. Finally, I study in there although sad to proud my parents.

Tugas 1

MIND MAPPING


Sentences:
1.   Mr. Amir bought a blue tie yesterday. (Septi)
2.   Febi goes to the port for her business. (Septi)
3.   She is eating a soup at home. (Septi)
4.   She teachs English in our class. (Septi)
5.   He studies English in his room. (Asriningati)
6.   She goes to the garden with her pets. (Asriningati)
7.   He got the tips for her work from the oldman yesterday. (Asriningati)
8.   I’m reading ten books about romance in my room. (Asriningati)



Kamis, 06 Oktober 2016

Business Letter

PERBEDAAN BRITISH LETTER DAN AMERICAN LETTER

1.        Sender’s Address
Dalam penulisan alamat rumah sendiri, informasi yang diberikan adalah: nomor rumah, jalan, kode area, tempat, negara dan nomor telepon. (Jangan menyertakan nama pengirim disini, dalam bahasa Inggris, nama ini hanya diletakkan di akhir surat).
·           British Letter
Posisi: Dalam penulisan surat pada British Letter, alamat pengirim biasanya ditempatkan di sudut kanan atas pada surat tersebut.
   
·           American Letter
Posisi: Dalam penulisan surat pada American Letter, alamat pengirim biasanya ditempatkan disudut kiri atas, dibawah tanggal, atau diakhir surat itu, dibawah tanda tangan.
Alamat Pengirim dibawah tanggal:

Alamat Pengirim dibawah tanda tangan:

2.        Date
·           British Letter
Menulis: 30 October 2003
Posisi: Disebelah kanan, satu baris dibawah alamat pengirim (dalam huruf dengan alamat pengirim siap dicetak, tanggal juga diletakkan dipojok kiri atas). Format penulisan tanggalnya hari-bulan-tahun.
 
·           American Letter
Menulis: 30 October 2003
Posisi: Dipojok kiri atas (terkadang ditengah). Format penulisan tanggalnya bulan-hari-tahun.

3.        Recipient’s Address
Ms/Miss/Mrs/Mr/Dr...
Nomor rumah, jalan
Tempat
Kode area
COUNTRY (dalam huruf besar)
·           British Letter
Dalam British Letter, alamat penerima dimulai pada baris yang sama dengan tanggal atau satu baris dibawah tanggal.
·           American Letter
Dalam American Letter, alamat penerima dimulai dua baris dibawah alamat pengirim (satu dua baris dibawah tanggal jika alamat pengirim tidak ditempatkan disudut kiri atas).

4.        Salutation
·           Jika mengetahui namanya
Dear Ms/Miss/Mrs/Mr/Dr + nama
Contoh: Dear Mr Miller
Kita juga dapat menulis nama lengkap orang tersebut. Dalam hal ini, meninggalkan sapaan (Mr/Mrs). Cara penulisan ini sangat berguna jika kita tidak mengetahui jenis kelamin orang tersebut.
Contoh: Dear Chris Miller
·           Jika tidak mengetahui namanya
Ada beberapa kemungkinan untuk mengatasi mengirim surat kepada seseorang yang tidak kita ketahui namanya:
·           Tanda baca
Dalam British Letter, tidak menggunakan tanda baca atau menggunakan koma (,) dibelakan nama.
Contoh: Dear Mr Miller atau Dear Mr Miller,
Dalam American Letter, menggunakan titik dua (: ) dibelakang nama.
Contoh: Dear Mr Miller:

5.        Subject Line
Sebuah baris subjek tidak terlalu diperlukan. Kita mungkin ingin menggunakan satu, sehingga pembaca segera tahu tentang apa isi surat tersebut.
·           British Letter
Baris subjek biasanya ditempatkan diantara salam dan tubuh surat (diantara baris kosong).
·           American Letter
Dalam American Letter, baris subjek juga dapat ditempatkan diantara alamat penerima dan salam (diantara baris kosong).

6.        Body of Letter
Huruf pertama kapital (bahkan jika salam berakhir dengan koma). Teks rata kiri dan baris kosong diletakkan setelah paragraf. Hal ini tidak biasa dalam baris pertama dari sebuah paragraf.
Bagian-bagiannya:
·         Paragraf pertama: pengenalan dan alasan untuk menulis.
·  Paragraf berikutnya: menjelaskan alasan kita untuk menulis lebih detail, memberikan informasi latar belakang, dll.
·         Paragraf terakhir: meringkas alasan kita untuk menulis lagi dan menjelaskan apa harus penerima lakukan sesuai dengan keinginan kita.
Catatan: Teks yang kita buat harus bersifat positif dan terstruktur dengan baik.

7.        Greeting
·           British Letter
Jika kita menggunakan nama penerima dalam salam, menggunakan “sincerely”.
Jika kita tidak menggunakan nama penerima dalam salam, menggunakan “faithfully”.
·           American Letter
Gunakan “sincerely”, tidak peduli apakah kita menggunakan nama penerima dalam salam atau tidak (“faithfully” tidak umum dalam American Letter).
Salutation – Greeting
·           British Letter
·           American Letter
Didalam email kita juga menuliskan:
o   Regards
o   Kind Regards
o   Best Wishes
Posisi: Tuliskan dua baris ucapan dibawah paragraf terakhir dan rata kiri. Jika tanggal maka rata tengah, terkadang juga rata tengah dari salam. Tinggalkan 4 baris kosong setelah salam (ruang untuk tanda tangan) dan menulis nama pengirim dibawah ruang itu.

8.        Enclosure
Jika kita ingin melampirkan dokumen, kita dapat memasukkan semua lampiran dokumen secara terpisah atau hanya menulis kata “Lampiran” dibawah tanda tangan.  


TYPE OF BUSINESS LETTER

1.        Bentuk Lurus Penuh (Full Block Style)
Bentuk Lurus Penuh (Full Block Style) merupakan bentuk surat dimana Leher Surat, Tubuh Surat, dan Kaki Surat tidak membentuk sebuah paragraph melainkan membentuk sebuah blok penuh dari kiri hingga kanan. Namun susunan atau struktur surat masih tetap berlaku dalam surat tersebut. Dalam pengetikan surat ini biasanya dimulai dari pasak garis pinggir kiri. Bagian-bagian surat dari Bentuk Lurus Penuh (Full Block Style):
1.         Kop surat
2.         Tanggal dibuatnya surat
3.         Nomor surat
4.         Lampiran
5.         Hal
6.         Surat yang ditujukan
7.         Salam pembukaan
8a. Pendahuluan isi surat
8b. Penjelasan isi surat
8c. Penutup isi surat
9.         Salam penutup
10.      Nama jabatan
11.      Tanda tangan
12.       Nama yang menandatangani
13.       Tembusan
14.       Halaman lampiran surat / inisial

2.        Bentuk Lurus (Block Style atau Modified Block Style)
Bentuk Lurus (Block Style atau Modified Block Style) merupakan bentuk surat yang memiliki posisi kanan pada tanggal dan salam penutup. Bentuk surat ini sama saja halnya dengan Bentuk Lurus Penuh namun yang membedakan hanyalah tanggal dan salam penutup berada pada posisi kanan, baik dalam penulisan, pengetikan, maupun strukturalnya. Bagian-bagian surat dari Bentuk Lurus (Block Style atau Modified Block Style):
1.      Kop surat
2.      Tanggal dibuatnya surat
3.         Nomor surat
4.         Lampiran
5.         Hal
6.         Surat yang ditujukan
7.         Salam pembukaan
8a. Pendahuluan isi surat
8b. Penjelasan isi surat
8c. Penutup isi surat
9.      Salam penutup
10.   Nama jabatan
11.   Tanda tangan
12.    Nama yang menandatangani
13.    Tembusan
14.    Halaman lampiran surat / inisial

3.        Bentuk Setengah Lurus (Semi Block Style)
Bentuk Setengah Lurus (Semi Block Style) merupakan bentuk surat dimana semua bagian surat, kecuali isi surat, diketik sama seperti bentuk lurus. Setiap akhir alinea baru diketik sesudah 5 ketikan dari pasak garis pinggir kiri. Biasanya bentuk surat ini terdapat dalam surat udangan pernikahan. Bagian-bagian surat dari bentuk Setengah Lurus (Semi Block Style):
1.      Kop surat
2.      Tanggal dibuatnya surat
3.      Nomor surat
4.      Lampiran
5.         Hal
6.         Surat yang ditujukan
7.         Salam pembukaan
8a. Pendahuluan isi surat
8b. Penjelasan isi surat
8c. Penutup isi surat
9.      Salam penutup
10.  Nama jabatan
11.  Tanda tangan
12.   Nama yang menandatangani
13.   Tembusan
14.   Halaman lampiran surat / inisial